Arsip untuk ‘Bahan Khotbah’ Kategori

Bahan Khotbah Yesaya 66:10-14

Maret 29, 2011

BERSUKACITA DALAM KASIH TUHAN

YESAYA 66:10-14

PENDAHULUAN

Hari-hari yang diberikan Allah bagi kita untuk hidup adalah sekaligus waktu yang diberikan dengan berbagai gambaran penyertaanNya. Permasalahan dan tantangan akan senantiasa datang dengan silih berganti, sukacita dan hukuman akan senantiasa menjadi hiasan yang memberikan kita waktu untuk melihat kembali bagaimana kehendak Allah. tentunya dengan keyakinan bahwa Allah akan senantiasa memperhatikan kita dan atau menyertai kita dalam setiap gerak kehidupan kita akan menjadi pelajaran yang akan membawa kita kedalam pengertian akan kasihNya.

Perubahan-perubahan yang kita rasakan dan alami dalam kehidupan ini bukan ada dalam khayalan, namun ini nyata menjadi bagian dari kehidupan kita. Tentunya dengan menghadapi masalah kita dituntut untuk melaksanakan iman kita dalam kenyataan juga, hal ini perlu agar hidup yang kita jalani memiliki makna kesaksian bahwa Allah itu nyata dan telah dinyatakan dalam dunia, untuk itu iman juga harus nyata dan kita nyatakan sebagai buah-buah yang kelihatan dan menjadi berkat bagi dunia.

Pemahaman diatas sangat penting, sebab masa sekarang banyak manusia ketika dalam menghadapi masalah-masalah kehidupan akhirnya goyah dan mau dipermainkan oleh permasalahan tersebut. Manusia sering larut dengan masalah yang dihadapinya, sehingga kehilangan sukacita dan bahkan menghadapi masalahnya dengan langkah-langkah instant yang seolah-olah manusia telah terlebih dahulu menyerah dalam hatinya. Manusia yang terlebih dahulu menyerah tentunya akan mudah untuk dikalahkan oleh masalahnya, manusia lebih mudah jatuh kedalam genggaman si jahat yang akan memperdayakan imannya. Maka dengan demikian kita perlu bijaksana dalam menghadapi proses kehidupan, tanyakan kembali bagaimana kehendak Allah dalam setiap fenomena yang kita jumpai.

Pembahasan Nast

Ayat 10-11: Kita yang hidup dalam dunia ini diminta Allah untuk bersukacita dan bersorak-sorak bersama-sama dalam menikmati berkat Kasih Tuhan.

Tuhan Allah telah memberikan kemenangan atas kehidupan kita, sama dengan bangsa Israel yang bersukacita dan meneriakkan kemenangan mereka atas pembuangan yang mereka lalui. Bangsa itu menang dan mampu keluar dari tanah perbudakan hanya oleh karena Kasih Tuhan. Tuhan menjadi Pahlawan mereka, Tuhan menjadi Penyelamat mereka. Itulah yang mereka sorak-sorakkan.

Penderitaan yang mereka lalui sebelumnya adalah hukuman Tuhan atas pelanggaran dan dosa mereka. Penghukuman itu juga adalah pembuktian bahwa Tuhan Allah lebih berkuasa atas bangsa itu sekaligus mengasihi bangsa itu juga. Sebab dengan adanya hukuman bagi umat Israel, Allah menginginkan adanya pertobatan dari umatNya. Masa pembuangan itu dijalani bangsa Israel dan akhirnya mereka memohon ampun kepada Tuhan Allah atas dosa-dosa mereka. Akhirnya Tuhan membebaskan mereka dari tanah perbudakan.

Masa ketika Allah memberikan kebebasan itu tentunya menjadi sukacita yang besar bagi bangsa Israel. Bukan hanya kegembiraan bagi sebagian orang, namun penyelamatan Tuhan ialah bagi seluruh umatNya, oleh karena itu nabi Yesaya menyatakan “Bersukacitalah bersama-sama Yerusalem”. Tentunya pernyataan itu menunjukkan entitas manusia yang percaya kepada Allah. Seorang adalah bahagian dari yang lainnya dalam kasih Allah. Menikmati kasih Allah juga diharapkan dengan bersama-sama, sebab bagaimana mungkin kita bersukacita ketika seseorang dari kita berduka?

Ayat 12-13: Kasih Allah Tidak Pernah Berhenti Tuhan mengalirkan keselamatan seperti sungai, kekayaan seperti batang air yang membanjir dan Allah akan senantiasa mengasihi kita seperti kasih seorang ibu.

Apa yang kita alami pada saat ini tentunya menjadi pertanyaan besar bagi kita, sebab bagaimanapun kemampuan manusia untuk berpikir, manusia tidak akan mampu mengukur seluruh berkat yang diterimanya. Sebab berkat Allah tak berkesudahan, berkat Allah tidak akan terhingga dan satu hal yang penting bahwa berkat Allah diberikan atas kehendakNya.

Kasih Allah itu bukan hanya sebagai Tuhan yang memberikan hukuman bagi manusia, namun kasih Allah itu juga begitu lemah lembut, seperti kasih seorang ibu bagi anak-anaknya, dan juga kasih ibu bagi keluarganya. Kasih Allah yang lemah lembut ini memangku dan memberikan kita kehidupan. Ibu yang dimaksud ialah Allah sendiri melalui berkat dan kasihNya yang tidak terbatas bagi kita anak-anakNya.

Ayat 14: Sukacita Dari Tuhan Allah Memberi Kehidupan Yang Nyata Manusia yang mengalami masalah tentunya membutuhnya penghiburan, manusia juga membutuhkan ketenangan dalam hatinya sebagai modal untuk menghadapi masalahnya.

Namun penghiburan untuk menenangkan hati itu sering dicari manusia jauh dari pangkuan Kasih Allah, manusia mencarinya dengan bermain dengan menaruhkan sesuatu, dah bahkan mensugesti dirinya sendiri dengan minuman sampai mabuk. Tentunya penghiburan itu bukanlah yang membawa kebahagiaan dan sukacita, tetapi sebaliknya masalah baru akan dilahirkan.

Penghiburan sejati hanya ada dalam Allah, sebab hanya Dia yang berkuasa atas segala masalah dan juga penderitaan yang dihadapi manusia. Kasih Tuhan tentunya memberikan ketenangan dan sukacita bagi kita umatNya dengan satu ketentuan yakni “Kita Betah dalam Pangkuan Kasih Tuhan Allah” dengan demikian kita akan beroleh sukacita senantiasa. Amin

Created By. CPdt.Edward Manalu, STh

Bahan Khotbah Lukas 10:38-42

Maret 3, 2011
Cln.Pdt.Edward Manalu, STh

Cln.Pdt.Edward Manalu, STh

Bahan Khotbah

Lukas 10:38-42

Kehidupan Yang Terbaik ialah Mengutamakan Tuhan

Pembuka

Berbagai bentuk kehidupan manusia, keragaman ini akan menunjukkan akan kebesaran dan kemuliaan Tuhan. Keragaman itu juga menjadi alat yang melengkapi kehidupan dan segenap mahluk yang ada di bumi. Namun keanekaragaman itu hendaknya juga dilihat sumbernya berasal darimana dan hendak bagaimana?

Tentunya manusia mengakui ada kekuasaan yang menciptakan dunia ini dengan segala isinya, pencipta itu ialah sosok yang Maha Kuasa, secara umum, disebutlah itu Tuhan. Maka dengan demikian maka hendaklah kiranya segala sesuatu yang dimiliki dan dilaksanakan manusia dalam hidupnya seturut dengan kehendak Tuhan. Oleh karena Tuhan yang Maha Kuasa dan Penentu kehidupan manusia sekrang yang abadi, maka hendaklah manusia “lebih mengutamakan Allah daripada yang lainnya”.

Keterangan Nats

Ayat 38-39

Yesus melaksanakan pengajaran dengan berkeliling dari tempat yang satu ketempat yang lain. Pengajaran Yesus disambut dengan berbagai cara oleh orang-orang pada zaman itu. Nats ini menerangkan bahwa Yesus pernah kerumah seorang perempuan yang bernama Marta. Marta memiliki saudara perempuan yang bernama Maria, dalam ayat lain juga disebutkan bahwa Marta adalah saudara Lazarus, namun dalam perikop ini tidak dijelaskan tentang hal itu.

Pada saat kedatangan Yesus ke rumah Marta, Maria duduk  dekat kaki Yesus dan terus mendengarkan perkataan Yesus. Maka dengan demikia dapat disebutkan bahwa Yesus pada saat itu memberikan pengajaran-pengajaranNya bagi orang-orang yang ada dirumah tersebut (termasuk murid-murid Yesus yang juga besertaNya). Cara mendengarkan yang disampaikan Lukas dalam Injil ini yakni dengan adanya kata ‘terus’ kata ini menunjukkan bahwa Maria mendengarkan Yesus tanpa henti atau terus menerus dalam mendengarkan perkataan yang disampaikan oleh Yesus.

Ayat 40

Kedatangan Yesus tersebut disambut Marta dengan melayani tamunya, pada awalnya hal itu tidak jadi permasalahan dan menjadi masalah dalam melayani/menjamu tamu yang hadir. Namun, Marta mendekati Yesus dan berkata ‘Tuhan tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku’ perkataan ini sesungguhnya adalah wujud dari kurangnya pengertian Marta tentang sesuatu hal yang lebih penting atau hal yang utama dalam hidup. Pada sisi lain Marta cemburu dengan keberadaan yang berbeda dari pola pelayanan yang dilakukan oleh Maria dengan yang dilakukannya.

Ayat 41

Yesus menjawab Marta ‘Marta, Marta engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara’. Jawaban Tuhan ini menunjukkan bahwa pertanyaan maupun perintah yang disampaikan oleh Marta itu tidak benar, kemungkinan datang hati yang cemburu (Marta cemburu dengan pelayanan yang dipilih oleh Maria dalam melayani Yasus yang menjadi tamunya pada saat itu). Dalam jawaban yang disebrikan oleh Yesus kepada Marta dilengkapi dengan perkataan:

1. Engkau Kuatir

    Marta adalah orang yang kuatir dalam pandangan Yesus yang penuh kebenaran itu, kenapa? Marta kuatir dengan keberadaan dan sikap Maria itu adalah salah. Sebab kebiasaan dan adat istiadat Yahudi yang mengharuskan bahwa wanita/perempuan adalah melayani (menyiapkan jamuan bagi tamu maupun bagi keluarga), dengan kata lain perempuan itu adalah ‘bekerja di dapur’. Disisi lain Marta memiliki kekuatiran akan pelayanan yang dilaksanakannya kurang maksimal dalam melayani tamu-tamunya.

    2. Menyusahkan diri dengan banyak perkara

      Pandangan dari jawaban Yesus juga menerangkan bahwa Marta telah menyusahkan dirinya dengan banyak perkara. Maksudnya ialah Marta terlalu sibuk memikirkan pelayanan yang seharusnya dilaksanakan oleh tuan rumah bagi tamunya. Marta belum menyadari bahwa bagian pelayanan yang dilakukan oleh Maria adalah baik atau tidak.

      Ayat 42

      Selanjutnya, Yesus menyatakan bahwa yang dilaksanakan oleh Maria itu adalah bahagian yang terbaik. Sebab yang didengarkan oleh Maria adalah suara yang keluar dari Tuhan sendiri. Pilihan Maria adalah yang terbaik dan yang kekal, sebab pilihannya ialah Tuhan dan kebenaran Firman Tuhan. Lebih baik kita mendahulukan Allah yang abadi dan memberikan kehidupan daripada yang lainnya yang hanya sementara.

      Aplikasi

      1. Mengutamakan yang Rohani daripada yang Duniawi

      Seperti yang ditunjukkan oleh Maria dan Marta, yang dilaksanakan oleh Maria ialah pelayanan Rohani sedangkan yang dilaksakan oleh Marta ialah pelayanan Jasmaniah. Yesus berkata bahwa yang dilaksanakan oleh Maria-lah yang terbaik daripada yang dilaksanakan oleh Marta. Maka dengan demikian Tuhan berkehendak kepada hal-hal yang rohaniah daripada yang Jasmaniah dalam pelayanan.

      Kekriatenan sekarang cendrung seperti yang dilaksanakan oleh Marta, yakni dengan mengutamakan pelayanan yang jasmaniah. Jemaat juga teridentivikasi demikian, sebab ketika ada kebaktian dengan acara makan-makan disitulah masuk dalam daftar beribadah.

      2. Jangan Cemburu tehadap orang yang melayani Tuhan dengan caranya

        Marta cemburu dengan apa yang dilakukan oleh Maria dalam melayani Yesus, Maria mendengarkan Firman Yesus sendiri dan hal itu dicemburui oleh Marta, dengan segala ketidak mengertiannya tentang kebenaran.

        3. Memilih yang terbaik

          Banyaknya pilihan dalam kehidupan ini hendaknya menambah kekritisan kita untuk memilih yang terbaik. Namun pilihan yang utama tetap Tuhan Allah sebab hanya Dia Maha Baik/Maha Kasih. Pilihan waktu dan kegiatan hendaknya dipilih dengan kebijaksanaan yang dari Allah. Maka dengan mendengarkan Firman saat ini, diminta kepada seluruh umat agar lebih mengutamakan Allah dan kebenarannya. Hal itu sama dengan lebih mengutamakan mendengarkan Firman Allah pada waktu yang ada daripada mengerjakan hal-hal yang lain dengan berbagai keperluan-keperluan sementara. Sebab ciri orang yang percaya di dalam Allah akan mengutamakan Allah dan itulah Kasih yang terbesar. Setelah kita mengutamakan Allah maka kekuatiran akan hilang, perkara-perkara akan kalah, sebab Tuhan Allah itu adalah Kasih dan Kebenaran yang membawa Damai sejahtera serta kehidupan yang Kekal.

          Tuhan Memberkati kita….

          Created by.

          Cln.Pdt.Edward Manalu, STh

           

          Khotbah Natal 2: Matius 2:13-18

          Desember 23, 2010

          MAKNA NATAL DAN TANTANGAN KEHIDUPAN

          MATIUS 2:13-18

          Pendahuluan

          Natal menjadi kabar sukacita bagi orang-orang yang percaya bagi Yesus sang juruslamat manusia. Natal mengingatkan kelahiran Kristus di dalam dunia bersama manusia yang berdosa, perjumpaan antara Yang Agung Suci dengan Yang Nista Dosa, atau juga perjumpaan antara Sorgawi dengan Duniawi yang seluruhnya ada dalam Yesus Kristus yang adalah Tuhan. Tentu saja perjumpaan ini menyebabkan gesekan-gesekan kecil maupun besar, pro-kontra akan kelahiran Yesus Kristus yang dinubuatkan Tuhan Allah melalui para Nabi-NabiNya juga menimbulkan pro-kontra dunia. Kelahiran Yesus yang dinantikan manusia yang rindu akan keselamatan dan penyelamatan Allah juga diikuti kaum yang tidak menginginkannya datang dan berusaha untuk menggagalkan kehendak Tuhan, namun yang nyata adalah kuasa Tuhan Allah, bukan Kuasa Manusia.

          Penjelasan Nats

          1. Yusuf dan Keluarga Mendapat Pemeliharaan Tuhan

          Yusuf anak Daud adalah seorang yang tulus hati (Mat.1:19), dia dipilih Tuhan Allah untuk menggenapi JanjiNya. Yusuf dipilih dari antara keturunan Daud lainnya untuk menggenapi Janji Tuhan. Pemilihan Allah terhadap Yusuf bukan hanya semata-mata karena kebaikan Yusuf melainkan kehendak Tuhan, sebab kehendak Tuhan tidak dibatasi oleh kejahatan dan kebaikan manusia. Benar atau baik seseorang tidak akan mengakibatkan perubahan Allah yang senantiasa penuh Kasih dan juga memiliki hukum bagi yang tidak mengindahkanNya. Oleh karena itu dalam perikop ini dapat dilihat bahwa Allah bertindak tanpa dibatasi oleh akal dan rasionil manusia, hal ini terbukti bahwa Tuhan Allah juga dapat hadir melalui mimpi Yusuf.

          Yusuf percaya kepada Tuhan Allah dan melakukan perintah Tuhan yang hadir dalam mimpinya. Hal ini mengakibatkan Yusuf selamat dan mampu melakukan yang dikehendaki Tuhan baginya dan Juga bagi Bayi Yesus. Dengan demikian pemeliharaan Tuhan Allah bagi kita bukan hanya semata-mata pemeliharaan dalam rangka penyelamatan rohani saja tetapi juga penyelamatan duniawi. Namun perlu diingat bahwa penyelamatan itu itu adalah penyelamatan dunia itu ialah penyelamatan yang bersumber dari iman dan kenyakinan dan dinyatakan dalam tindakan penuh melalui kehidupan. Bukankah Yesus berkata “cari dahuluu kerajaan Allah maka semuanya akan ditambahkan bagimu” selanjutnya Allah juga berkenan bagi orang yang hidup benar. Itulah sebabnya Tuhan Allah memilih dan memelihara Yusuf yang hidup benar dan melakukan kehendak Tuhan.

          2. Kekejaman Herodes adalah Tantangan Dunia

          Herodes tampil sebagai kepala pemerintahan yang berkuasa pada saat kelahiran Yesus Kristus. Dia juga telah mendengar bahwa akan lahir Raja syalom yakni Yesus Kristus. Namun Herodes bukanlah orang yang dibenarkan Allah sebab ia adalah penentang yang akan berusaha untuk menggagalkan nubuatan Allah itu dinyatakan. Tetapi Herodes gagal dalam melaksanakan kemauannnya sendiri, namun kehendak Tuhan yang menjadi nyata.

          Yesus merupakan Tuhan yang menjadi manusia bertemu dengan dunia yang menentangnya. Hal ini adalah gambaran keberdosaan dunia, yakni dunia yang tidak berada dalam kehendak Tuhan Allah, tetapi berada dalam kehendak penghuni dunia saja. Tetapi Yesus tidak takut dan mundur, sebab kedatangannya ialah untuk menyelamatkan manusia dari belenggu dosa dan atau kedatanganNya ialah untuk orang-orang yang berdosa. Maka Yesus membuktikan bahwa kedatangganNya bagi dunia bukan hendak menjadi raja damai tetapi Dia adalah Raja Damai itu, bukan hendak merebut tahta kepemimpinan duniawi tetapi Dia adalah pemimpin seluruh jagad raya ini. Dia bukan hendak berkuasa dalam dunia politik dan cinta akan jabatan, namun Dialah yang Maha Kuasa dan jabatanNya tidak terjangkau dunia.

          3. Yesus Nubuatan Yang Telah Ada sebelum Dia dilahirkan Kedunia

          Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan melalui hakikatNya. Tuhan Allah telah menubuatkan akan kedatanganNya kedunia yang akan menjadi Penyelamat dan Raja Damai. Manusia tidak akan mampu menyelamatkan dirinya sendiri dari keberdosaan, hanya Allah yang mampu menyelamtkan manusia. Maka dengan demikian kalau Yesus itu bukan Allah maka Dia tidaklah Juruslamat. Tetapi Yesus adalah Juruslamat yang telah ada sebelum dunia ini ada. Dia rela mengambil rupa hamba manusia padahal Dia adalah ROH yang Mahamulia itu.

          Pointer Aplikasi

          1. Natal hendak mengatakan bahwa:

          a. Senantiasalah setia dan Tulus Hati seperti Yusuf, maka Tuhan akan memakai kita untuk menyatakan kehendakNya.

          b. Jangan takut akan tantangan yang kita hadapi sepanjang kita hidup dalam kebenaran Tuhan Allah, maka Allah akan memelihara dan melindungi kita serta menunjukkan jalan kebenaranNya bagi kita.

          c. Beranilah melakukan kehendak Allah karena itu akan menyelamatkan kita dari kejahatan-kejahatan yang mengejar kita.

          2. Jika kita adalah orang-orang yang berdosa maka terimalah Kristus, sebab hanya di dalam Dia dosa dan pelanggaran kita dapat diampuni.

          3. Kelahiran Yesus bukan hanya peristiwa kandang domba dan bintang di langit, tetapi kelahiranNya adalah nubuatan Allah, percayalah padaNya sebab Dia lebih agung daripada keagungan duniawi.

          4. Jika Yesus telah lahir bagi orang percaya maka Pemeliharaan dan Berkat Allah akan senantiasa memberikan jalan kehidupan yang benar baginya.

          5. Jangan Kuatir karena kita tidak memiliki kedudukan yang berkuasa di dunia ini, tetapi lihatlah Dia yang lahir ditempat yang hina itu, Dia yang Mahakuasa dan Mahamulia lebih dari kedudukan dan pangkat duniawi.

          Salam Damai Natal

          Cln.Pdt.Edward Manalu, STh

          HKI-Tangerang 2010

          Bahan Khotbah Filippi 3:17-21

          Oktober 16, 2010

          Pendidikan dan Keteladanan

          Prakata

          Kita sepakat bahwa dunia ini dengan dinamikanya sangat dipengaruhi oleh pendidikannya. Kemajuan suatu bangsa dan ketertinggallannya juga dipengaruhi oleh pendidikan. Sekarang telah banyak instansi dan lembaga pendidikan yang ada dan bertugas untuk memberikan didikan kepada umat manusia yang mengikuti pendidikan dalam lembaga-lembaga pendidikan yang kita temui. Pendidikan yang ada saat ini lebih banyak fokus kepada pengembangan rasional didikan. Padahal manusia bukan hanya terdiri dari hal-hal rasional saja, manusia juga memiliki bahagian penting lainnya, yakni rohani, jasmani, psikologi dan lain sebagainya. Pendidikan jasmani dan psikologi memang telah ada tetapi persentasenya masih minim, sedangkan pendidikan rohani yang paling berperan adalah gereja sebagai lembaga yang juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan pendidikan kepada umatNya.

          Tujuan pendidikan ialah meningkatkan sumber daya manusia itu sendiri, baik secara rasionil dan lain sebagainya. Peningkatan dalam kerohanian juga sangat dibutuhkan bagi kalangan agamawis tentang iman dan tanggung jawab iman. Oleh karena itu dalam kehidupan ini, kaum terdidik dan yang mendidik kelak juga akan menjadi orang-orang yang memiliki tingkatan sumber daya manusia yang baik dan semakin baik dalam perjalanan waktu.

          Dengan memiliki sumber daya, baik dalam iman dan kemampuan lainnya dapat menjadi teladan dalam bidang pendidikan yang diikuti oleh masing-masing. Keteladanan itu sendiri bukan hanya oleh tingkatan pendidikan dan juga oleh umur seseorang, namun seluruhnya diukur dari kemampuannya dalam bidang yang digelutinya. Sebab dengan hanya mengukur tingkatan pendidikan maka kita akan menunjukkan bahwa lembaga pendidikan dunia lebih tinggi daripada pendidikan Tuhan. Padahal manusia meneladani manusia yang lain dikarenakan ketertarikan akan kemampuan seseorang yang di teladaninya.

          Pointer Messesage

          1. Meneladani Orang Benar

          Takaran kebenaran itu ialah Allah, manusia yang dikatakan benar ialah yang melakukan sesuai dengan kehendak Allah. Dalam Ayat 17 dikatakan bahwa Paulus dan Rasul-rasul lainnnya adalah teladan. Kita diajak untuk meneladani mereka yang memiliki iman yang teguh kepada Yesus Kristus. Keteguhan iman mereka sangat teruji dengan kondisi yang mereka alami pada masa hidup mereka. Berbagai tantangan dan gelombang kehidupan menjadi sesuatu hal yang tidak menakutkan bagi mereka. Bahkan mereka sendiri rela untuk mati hanya demi mempertahankan imannya kepada Yesus Kristus.

          Paulus sendiri banyak menghadapi tantangan dan cobaan pada masa hidupnya, sebagai orang yang dihormati dahulunya di kerajaan Israel kemudian berubah menjadi yang paling dimusuhi oleh kaumnya sendiri. Paulus rela menderita dalam mengabarkan Injil Yesus Kristus. Ketangguhannya hanya oleh karena motivasi imannya saja, tidak oleh harta duniawi. Kemampuannya dan kehidupannya adalah teladan bagi para anak-anak yang dikasihinya dalam iman. Timotius dan Aproditius adalah sebagai contoh nyata orang-orang yang percaya dan meneladani kehidupan Paulus.

          2. Tidak Teladan Adalah Seteru Salib

          Ketidak teladanan maksudnya ialah menjadikan kehidupannya bertentangan dengan kebenaran Tuhan Allah. kebohongan, tipu daya dan tindakan-tindakan yang kurang mulia lainnya adalah menunjukkan ketidak teladanan bahkan menjadi seteru salib (lih.ayt.18). Pernyataan seteru salib menunjukkan ketidak percayaan kepada Kristus bahkan memusuhinya. Salib yang dimaksud adalah Pribadi Yesus Kristus, yang telah rela memberikan diriNya sebagai Korban bagi dosa-dosa mannusia.

          Dalam trikotomi kehiduapan manusia yang paling penting bagi kita sebagai orang Kristen apa? Apakah yang paling penting itu Tubuh? Atau Jiwa? atau Roh? Allah menyatakan kasihnya melalui Yesus Kristus dan bahkan merelakan tubuhNya disiksa di Salib dan bahkan dibunuh. Apakah dalam kehidupan ini lebih dahulu tubuh? Selanjutnya Yesus juga sempat tergoncang jiwaNya karena akan menghadapi siksaan yang akan diterimaNya, tetapi Dia mengalahkan ketakutannya dengan keberanian RohNya. Roh itu sanggup menjalani kehidupan yang bagaimanapun bentuknya, Roh itu tidak mati tetapi hidup dan memberikan kehidupan.

          Oleh karena itu dalam kehidupan orang Kristen yang lebih dahulu itu ialah kehidupan Rohani, itulah maknanya dikatakan “Cari dahulu kerajaan Allah, maka semuanya akan ditambahkan bagi kita. Jika terlibih dahulu kita mengutamakan Allah dan hidup benar maka Allah akan memberikan kelimpahan berkatNya.

          3. Hidup Kewargaan Sorga

          Seluruh umat manusia datang dari Allah dan hanya oleh karena kasihNya kita dibolehkan hidup dalam kehidupan ini. Kita adalah warga kerajaan sorga, menunjukkan bahwa kita adalah karya Tuhan Allah. Kita ditempatkan ke dunia sebagai pemangku tugas-tugas yang diberikan Allah. Tugas itu ialah hidup sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan. Dalam kehidupan ini duniawi tentunya kita juga akan menghadapi banyak tantangan dan cobaan, sebagai warga kerajaan Sorga kita harus menunjukkan shalom dan damai dalam menghadapinya. Kita adalah orang-orang yang dimampukan untuk menghadapi masalah itu, dengan catatan kita tetap hidup dalam Tuhan, sebab Tuhan sendiri mampu menghadapi cobaan dan menang melawan seluruh penderitaan dan tantangan yang dihadapi dalam dunia ini. Oleh karena Kristus ada di dalam kita dan kita didalam Kkristus, maka kita juga telah dimampukan oleh Allah untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut. Perlu kita ingat bahwa Allah tidak akan membiarkan umatnya menderita oleh karena permasalahan yang tiidak mampu dihadapi. Kemampuan, kebijaksanaan dan menunjukkan bahwa kita adalah orang-orang yang dimenangkan Allah adalah bentuk keteladanan dalam kehidupan.

          Aplikasi

          1. Keteladanan orang-orang benar ditunjukkan bukan hanya melalui karya kata mereka namun ditunjukkan dari seluruh aspek kehidupannya.

          2. Kunci keteladanan ialah kebenaran Tuhan Allah, jadi siapa yang hidup dalam kebenaran Tuhan Allah adalah teladan kehidupan yang benar pula.

          3. Menjadi Teladan kehidupan adalah khotbah yang mendidik orang-orang disekitar kita.

          4. Mari menjadi teladan dalam lingkungan kehidupan kita, sebagai wujud pernyataan iman kita yang telah beroleh belas kasihan Tuhan Yesus Kristus,, sebab hanya Kristus yang menjadi teladan utama dan pertama bagi kita.

          Created by. Cln.Pdt.Edward Manalu, S.Th

          Bahan Khotbah Maleaki 2:13-16

          September 28, 2010

          Bahan Khotbah Maleakhi 2:13-16

          Janji Pernikahan adalah Janji Manusia dengan Allah

          Prakata

          Terkadang kita bertanya “Mengapa ada pernikahan dan perceraian? Bukankah pada saat berani memulai suatu hubungan juga akan berani untuk mengahirinya? Secara badaniah dan duniawi hal itu sering menjadi alasan bagi sebahagian orang untuk melaksanakan kawin-cerai. Pernikahan menjadi hal yang biasa sebab dengan adanya perceraian duniawi pada pernikahan dengan alasan ketidak cocokan, ketidakharmonisan dan lain sebagainya. Alasan-alasan mengakibatkan manusia yang menjadi suami istri lalu bercerai telah meninggalkan saling menerima dan saling melengkapi. Pada perceraian yang bersalah bukanlah pernikahannya, atau juga salah satu dari menikah dan bercerai, namun pernikahan itu juga bukan kesalahan yang bisa ditolerir secara Iman Kristen. Sebab Firman Allah melarang keras perceraian, sebab pernikahan itu adalah “kudus” pernikahan itu dipimpin oleh Allah, Keluarga yang menikah juga dipinpin oleh Allah, apa yang telah dipersatukan oleh Allah tidak dapat dipisahkan oleh manusia.

          Perjanjian Lama dalam Alkitab tidak mengindahkan perceraian pada pernikahan, Maleakhi menyatakan dengan tegas bahwasanya perceraian itu dilarang oleh Tuhan. Maka untuk lebih jelas bagaimana Maleakhi sendiri menerangkan tentang pernikahan dan perceraian itu.

          Pointer Message

          1. Pernikahan itu bersama Allah.

          Kultis pernikahan menjadi sangat berarti pada saat suami-istri diberkati oleh Allah. Sebelum diberkati mereka akan mengikat janji, janji kesetiaan dan bersama sampai Allah memanggil kembali. Janji itu tentunya dihadapan dilakukan antara manusia dengan Allah sebagai saksi dan kepala dalam perjanjian itu. Maka, pernikahan itu juga bersama-sama dengan Allah dan selanjutnya juga dalam hubungan selanjutnya saat menjalani hubungan rumah tangga maka biarlah Allah yang memimpin, bukan manusia. Dengan demikian maka suami-istri setia pada janji tersebut.

          2. Suami Istri adalah sekutu dalam ikatan perjanjian dengan Allah

          Kata sekutu menunjukkan satu, maksudnya satu dalam penyatuan yang telah diterima oleh suami-istri dari Allah melalui GerejaNya. Pernyataan satu ini juga telah diterima oleh pasangan suami-istri yang harus tetap dipelihara sampai kapanpun. Sekutu dalam hubungan itu menunjukkan persekutuan dengan Allah. Persekutuan itu di ikat dengan satu janji “Na so jadi sirang molo so sirang di hamatean”. Tentunya dengan demikian pernikahan itu telah memberikan janji dan kepastian yang harus tetap dipegang dengan setia.

          Satu hal yang paling penting diingat dalam perjanjian pernikahan ini ialah, bahwa yang berjanji itu bukanlah orang lain dengan kita (perjanjian manusia) namun itu adalah perjanjian manusia dengan Allah. Suami atau Istri yang berjanji itu telah memberikan dirinya hidup dalam perjanjian itu.

          3. Sebaik apapun alasan percaraian itu dilarang oleh Allah

          Zaman ini banyak alasan yang diberikan oleh manusia untuk melakukan perceraian, dengan alasan tidak dapat memberikan nafkah lalu menuntut cerai, dengan alasan tidak harmonis, lalu menjadi alasan untuk bercerai dan lain sebagainya. Keseluruhannya itu mengidentikkan bahwa manusia itu menikah dengan alasan kedagingan dengan meninggalkan alasan rohaninya. Dengan demikian maka pernikahan akan sangat sulit dipertahankan. Maka dengan demikian, sebelum mengikat janji pernikahan lebih baik dipertanyakan terlebih dahulu apakah motivasi yang akan menikah adalah alasan murni kasih yang dilingkupi kasih Allah yang penuh kesetiaan.

          Ayat 14 dikatakan bahwa istri itu ialah sekutu dan seperjanjian, dan selanjutnya pada ayat 15 dikatakan “Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan Roh? Dan yang dikehendakinya adalah keturunan Ilahi. Firman Allah menyatakan bahwa memang daging dan roh itu datang dari Allah yang Esa dan dalam pernikahan telah menjadi sekutu dan seperjanjian. Dengan demikian bagaimanapun baiknya alasan yang diciptakan untuk bercerai sudah sesuai lagi dengan yang dikehendaki Allah. Sebab Allah itu setia dan senantiasa berkuasa atas perjanjian yang telah dibuat antara setiap pasangan suami-istri.

          Penutup

          Manusia yang terdiri dari daging dan roh itu menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dan hanya bisa dipisahkan oleh kematian, sebab kematian itu sendiri memisahkan antara daging dengan roh. Maka seperti itu pernikahan pernikahan yang diberikan Allah bagi manusia. Jika pasangan suami istri akan bercerai maka ia berkehendak ingin memisahkan roh dalam ikatan suami-istri dan roh dalam keluarga. Jika perpisahan terjadi antara suami dan istri maka mereka telah mati oleh perbuatan mereka sendiri, sama dengan manusia yang bunuh diri yang tidak membiarkan kehendak Allah dalam dirinya. Sebab roh dan daging itu milik Allah, sebab itu hanya Allah yang berhak untuk menyatukan atau memisahkannya.

          Sebagai keluarga Kristen, suami dan istri, marilah pelihara kekudusan pernikahan itulah janji setiap keluarga kepada setiap pribadi, termasuk bagi dirinya sendiri dan juga janji dengan dan bersama Allah. Dengan memelihara kekudusan, kesetiaan dan janji itu maka kita telah memuliakan Tuhan Allah.

          Tuhan Memberkati….

          Created by. Cln.Pdt.Edward Manalu, STh

          Bahan Khotbah Yohanes 8:1-11

          September 22, 2010

          Bahan Khotbah Yohanes 8:1-11

          Konklusi

          Manusia yang diciptakan Allah itu sebagai mahluk yang benar-benar dikasihiNya. Kasih Allah itu menunjukkan multidimensi kehidupan dan meliputi keseluruhan aspek diri manusia yang telah diciptakannya. Kasih Allah bukan hanya dalam satu aspek rohaniah saja, tetapi juga meliputi integritas dari kesejatan manusia yang telah diciptakanNya. Manusia yang berintegritas juga menjaga keutuhan dirinya dengan menjaga jati dirinya yang bersumber dari kekudusan. Dalam hal ini termasuk kekudusan badaniah yang dilatari oleh kekudusan roh, jiwa, hati dan pemikiran manusia. Dengan kekudusan maka manusia akan dimampukan Allah untuk melakukan apa yang dikehendaki Allah melalui Hukum KasihNya.

          Dinamika kehidupan manusia sekarang telah sampai kepada tahapan yang membuat manusia itu sendiri masuk kedalam perangkap-perangkap si jahat (Iblis). Perangkap ini menjadikan manusia sulit untuk melakukan yang baik, ruang gerak yang masuk dalam perangkap sijahat akan mengakibatakan manusia itu akan sulit untuk menunjukkan kebenanran yang ada dalam hatinya masing-masing. Banyak hal yang dianggap biasa saja padahal itu dosa dan menjijikkan di Mata Allah. Namun tingkatan ini menyatakan dengan tegas bahwa manusia yang tidak mampu lagi melakukan yang benar mennunjukkan jarak relasi antara Allah dengan manusia telah semakin jauh.

          Dalam perikop ini akan jelas ditunjukkan Yesus beberapa point yang sangat unrgen dalam kehidupan ciptaanNya. Urgensinya mencakup jati diri manusia yang manusiawi dan rohani. Dengan matinya kebaikan dalam kehidupan dunia maka kejahatan yang berbentuk apapun menjadi trend dalam kehidupan. Maka sebagai orang yang menyatakan dirinya dekat dengan Allah yang disebut Bapa, akan selalu melaksanakan kehendak Bapanya, Kalau disebut Allah itu baik maka anak-anaknNya juga akan baik, kalau disebut Allah itu pemurah maka anak-anakNya juga akan pemurah. Hanya saja manusia akan tetap menjadi manusia sepanjang dia dikehendaki menjadi manusia oleh Allah. Sebab manusia tidak akan bisa menjadi Allah yang sesungguhnya, manusia akan tetap dalam naungan dan bergantung pada kehendakNya. Jadi jangan karena Allah maha Kuasa Manusia juga maha kuasa, atau jangan karena Allah itu hakim manusia juga semaunya jadi hakim. Untuk melihat bagaimana yang diajarkan Tuhan Yesus bagi kita tentang kepercayaan dan tentang kebenaran yang harus kita jalankan dalam kehidupan kita, terutama tentang relasi moral antar pribadi dan kepada sesamanya. Keseluruhan aturan itu ada dalam Hukum Kasih Allah. Sebab yang utama adalah Allah, maka utamakanlah kebenaran Allah dalam kehidupan.

          Pointer Meaning-Reflektion

          1. Perzinahan adalah Dosa

          Dosa perzinahan menjadi bahagian yang sangat ditentang Allah. Pada kehidupan kita sendiri perzinahan menjadi dosa yang sangat memalukan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Namun fenomena terakhir perzinahan sering kita dengarkan beritanya yang menjadi santer. Bukan hanya dilakalangan masyarakat secara umum, namun masalah ini juga sempat menjadi permasalahan para petinggi di negara ini. Perzinahan ini jelas membawa malapetaka dan kehancuran, baik dalam rumah tangga, masyarakat dan implikasi negatif yang lainnya. Dosa ini juga akan menghancurkan relasi suami-istri yang telah dipersatukan Allah, Menghancurkan generasi, dan juga akan membawa kekacauan dalam rumah tangga yang sangat sulit untuk diperbaiki. Penelitian menunjukkan bahwa pasutri yang bercerai banyak yang diakibatkan oleh dosa perzinahan. Jadi dapat dinyatakan bahwa perzinahan tidak ada membawa nilai positif.

          Tuhan Allah sangat membenci dosa perzinahan, karena itulah Allah menghacurkan Sodom dan Gomora yang tidak mau bertobat dan kembali melakukan yang benar. Perzinahan itu bukan hanya antara suami yang satu dengan istri yang satu, atau sebaliknya. Perzinahan itu sendiri bisa ada pada diri manusia itu sendiri, sebab dengan adanya keinginan untuk memiliki hak orang lain, itu telah menunjukkan perzinahan dalam diri manusia itu sendiri. Maka disamping telah melanggar hukum dosa perzinahan juga akan berimplikasi pada kehancuran kehidupan manusia, dengan kata lain perzinahan akan membawa neraka masuk kedalam kehidupan kita dan tentunya Shalom Allah telah kita abaikan.

          2. Tuhan Allah adalah Hakim

          Pada zaman nabi Musa Allah telah menentukan hukuman apa yang harus diberikan kepada orang yang melakukan dosa tersebut, yakni dengan melempari sipenzinah dengan batu sampai mati. Pembaharuan hukum Allah itu ditunjukkan oleh Yesus dengan memberikan jalan pertobatan. Hukum Kasih Allah yang ditunjukkan oleh Yesus bukan menentang Hukum Taurat Tuhan, tetapi Hukum Kasih adalah penggenapan Hukum Allah yang penuh dengan kasih, kemurahan, pemaaf dan menyelamatkan.

          Yesus sendiri tidak langsung menghakimi atau menghukum perempuan sundal itu, tetapi Yesus memberikan kesempatan dan jalan agar perempuan itu bertobat. Yesus juga tidak membiarkan orang banyak itu jatuh kedalam dosa karena menghakimi, namun Yesus memberikan kesadaran Hukum Kasih dan memberikan kedewasaan dalam beriman dan mengaplikasikan iman mereka. Karena manusia itu semua berdosa dan tidak seorang pun yang benar menurut Hukum Allah, maka manusia tidak diperbolehkan menghakimi dan bahkan mengambil nyawa manusia yang merupakan hak dan milik Allah. Maka dalam kehidupan kita yang menjadi satu-satunya Hakim Agung hanyalah Tuhan Allah.

          3. Dekat dengan Allah membawa Damai Sejahtera

          Perempuan yang memiliki dosa akhirnya lepas dari hukuman mati yang seharusnya diterimanya sesuai dengan hukum masyarakat yang berlaku pada bangsa Israel. Yesus telah memberikan kedamain bagi perempuan yang berdosa itu dan memintanya untuk pergi untuk tidak mengulangi perbuatan dosa itu lagi. Tuhan Allah memang maha pemurah dan penuh berkat damai sejahtera, bukan berarti karena itu manusia menjadi bebas melakukan apa saja, sebab Allah juga memiliki hukum dan aturan yang tidak dapat dilanggar, dan jika dilanggar maka akan ada masanya Allah akan menghakimi dan membalaskan sesuai dengan yang dikehendakiNya. Yesus memerintahkan kepada perempuan berdosa itu untuk “pergi” dan jangan berbuat dosa lagi. Hal ini sama dengan menyatakan bahwa kita sebagai orang berdosa harus berubah dan berbalik dari keberdosaan kita. Selanjtnya kita diminta untuk menunjukkan bahwa kita adalah manusia-manusia yang penuh kasih Allah dengan menunjukkan kasih Allah itu sebagai tanggung jawab iman kita sebagai agen-agen shalom Allah. Tuhan Allah memberkati kita.

          Created by. Cln.Pdt.Edward Manalu, S.Th

          Bahan Khotbah 1 Korintus 12:14-27

          September 15, 2010

          Integritas Tubuh Kristus

          1 Korintus 12:14-27

          Pendahuluan

          Kata-Kata yang mengatakan bahwa Tubuh itu adalah satu dan kesatuan cukup sering kita dengarkan. Dalam pengaplikasiannnya mungkin ada sedikit realitas yang melenceng dari pemahaman kata-kata yang kita dengarkan. Kesatuan dan keutuhan yang disebut dengan integritas merupakan salah satu hal yang penting dalam kehidupan kristiani, sebab Kristus sendiri telah menyatukan orang-orang percaya dalam kepelbagaian ciptaanNya. Oleh karena itu dalam perikop 1 Koorintus 12 : 14-27 ini menyatakan bagaimana sesungguhnya keberadaan dari perbedaan-perbedaan itu yang harus dipahami dan disyukuri. Garis Besar

          1. Saling Terkait Antara Anggota Yang Satu dengan Yang Lain

          Kepelbagaian anggota tubuh menunjukkan identitas fungsionalnya serta eksistensinya sendiri menunjukkan peranan sebagai pelengkap keutuhan tubuh itu sendiri. Telinga telah diciptakan Allah pada posisi dan tempat yang tepat dari tubuh sesuai dengan fungsinya untuk mendengar. Hidung juga telah ditempatkan pada posisi yang tepat dari tubuh sebagai pelengkap. Jika posisi anggota tubuh tidak berada pada posisinya maka akan sangat sulit untuk menjalankan fungsinya sendiri sebagai anggota Tubuh dan akan berpengaruh dengan anggota tubuh yang lain dalam menjalankan fungsinya. Tentunya dengan keadaan yang demikian terjadinya kekacauan dan ketidak harmonisan atau dengan kata lain dikatakan cacat atau kurang sempurna.

          2. Makna Kelemahan Dalam Kepelbagaian

          Kalau kita organ-organ tubuh kita adakah yang tidak berguna? Tentunya satu sisi kita akan mengatakan yang anggota tubuh yang ini kurang berfungsi atau yang itu tidak ada manfaatnya. Padahal dalam ayat 22-24 khususnya ayat 22 dikatakan bahwa anggota tubuh yang lemah yang paling dibutuhkan. Dalam perikop ini sendiri Paulus sangat menentang kesombongan-kesombongan atau meresa lebih daripada yang lain. Maka dengan adanya kekuatan dan kelemahan pada diri kita menjadi peluang bagi kita untuk menjadikannya berarti. Salah satu anggota tubuh kita yang lemah ialah otak yakni alat untuk berpikir, otak membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk mampu berpikir lebih bijaksana, oleh karena itu otak dilindunngi oleh kepala. Atau selanjutnya manusia juga memiliki anggota tubuh yang sangat lemah dengan benturan-benturan, maka kita harus mengadakan penjagaan yang ekstra hati-hati agar kita tidak celaka. Padahal anggota tubuh yang lemah itu sendiri memiliki kemampuan yakni kemampuan yang tidak dapat dilakukan oleh anggota tubuh yang lain. Oleh karena itu sangat perlu ada hal penting yang perlu kita sadari dalam kehidupan yang berbagai bentuk itu sendiri. Kita diajak untuk menghormati kekurtangan dan kelemahan yang ada dalam diri saudara/i kita sebab masing-masing manusia memiliki kekurangan dalam satu moment atau dalam satu posisi, namun pada posisi dan moment yang lain memiliki kekurangan. Sama dengan diri kita masing-masing yang pada satu waktu memiliki kemampuan tetapi dalam posisi lain kita harus mengakui kelemahan kita dan membutuhkan orang lain yang merupakan bahagian dari tubuh Kkristus itu sendiri.

          3. Kasih Kepedulian Anggota Tubuh

          Kecendrungan manusia melakukan apa yang berguna bagi dirinya sendiri, namun sangat disayangkan dengan sedikit memperhatikan orang lain. Padahal hampir seluruh manusia mengakui bahwa dirinya tidak dapat hidup tanpa orang lain. Jika memang kita mengakui bahwa diri kita adalah bahagian dari orang lain mari kita hormati kekurangan dan kelemahan orang lain dengan cara membantu dan memberikan pertolongan baginya disaat kita mampu. Sebab disaat kita menolong orang lain disitulah kita menunjukkan kasih kita sabagai orang Kristen yang percaya bahwa dirinya adalah bahagian dari Tubuh Kristus. Disaat kita lemah disitulah kita menjadi tubuh Kristus yang lemah dan membutuhkan pertolongan dari anggota Tubuh Kristus yang lain. Maka dengan demikian patutnyalah dalam setiap kita di tolong dan di tolong maka Kristuslah yang termulia karena kita melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh Anggota Tubuh Kristus.

          Refleksi
          1. Dalam kehidupan kita, kapan dan dimana saja kita hendaknya kita tetap mencritakan bahwa kita adalah Tubuh Kristus. Baik dalam Keluarga (Ayah berperan sebagai Ayah, Ibu berperan sebagai ibui, Anak sebagai anak yang sesungguhnya).

          2. Manusia tidak ada yang super power atau super bisa, manusia juga tidak super lemah atau super tidak berkemampuan. Manusia itu lengkap dengan kemampuan-kemampuannya dan lengkap dengan kelemahan-kelemahannya. Jadi jangan pernah menyombongkan diri dengan dengan barometer-barometer tertentu, atau juga jangan membuat orang lain jadi sombong dengan memujamuja orang tersebut tetapi kita lupa mengatakan kelemahan orang tersebut.

          3. Saling bekerjasamalah dan jangan lupa untuk sama-sama bekerja, sebab semua anggota tubuh akan sehat dan akan berjalan dengan kerjasama dan sama-sama bekerja. Tetapi keseluruhannya sesuai dengan talenta dan fungsi masing-masing.

          4. Mari kita muliakan Tuhan Allah melalui peran dan fungsi kita masing-masing sebagai satu kesatuan yang utuh sebagai Anggota Tubuh Kristus. Tidak ada kata-kata tidak mampu atau tidak dapat melakukannya sebelum dicoba. Sebab siapa yang tidak melaksanakan dan tidak mengherjakan fungsinya sebagai Tubuh Kristus maka sia-sialah Kasih Allah dalam hidup kita.

          5. Jadikan Kristus yang utama sebab tidak ada manusia yang merupakan Tubuh Kristus yang utuh dan sempurna, sebab hanya Kristus yang utuh dan manusia hanya anggota-anggota TubuhNya. Maka tidak ada kata-kata yang menyatakan “Karena aku atau karena si dia, Namun hanya oleh Allah dan Kasih KarunianNya”. Mulai dari sekarang sampai selama-lamanya mari kita lakukan peran dan fungsi kita sebagai Tubuh Kristus, sebagai bentuk iman kita yang nyata dan hidup didalam Kristus. Amen……

          created by. Cln.Pdt.Edward Manalu, S.Th

          Ikuti

          Get every new post delivered to your Inbox.